Senin, 28 April 2014

MENDETEKSI PENYAKIT HATI
Ilustrasi
                 Di dunia ini setidaknya kita telah mengenal tiga macam penyakit: penyakit hati, penyakit jiwa,
dan penyakit fisik. Membedakan penyakit fisik dengan penyakit jiwa lebih mudah ketimbang membedakan penyakit jiwa dengan penyakit hati. Apa pun yang dikenai oleh ketiga penyakit itu, ia tidak akan mampu menjalankan fungsi nya dengan baik. Tubuh kita disebut berpenyakit apabila ada bagian tubuh kita yang tidak menjalankan fungsinya dengan benar. Telinga anda disebut sakit apabila ia tidak dapat mendengar dengan normal lagi
                 Diantara fungsi hati, menurut Al-Ghazali, adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Allah telah menciptakan hatisebagai tempat Dia bersemayam. Allah berfirman dalam sebuah hadis Qudsi, "Langit dan bumi tidak dapat meliputi-Ku. Hanya hati manusia yang dapat meliputi-Ku."

BERDZIKIR SETIAP SAAT SAMBIL BERDIRI, DUDUK DAN BERBARING

Tasbih

 

Oleh Fadhil ZA
103. Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
(An Nisa 103)
Memperhartikan firman Allah

Jumat, 25 April 2014

GAZA, muslimdaily.net, - MERCY Indonesia telah berhasil mengumpulkan sekitar 15 juta dolar sumbangan untuk membangun sebuah rumah sakit baru di Jalur Gaza, yang dijadwalkan akan dibuka Mei ini.

28 relawan Indonesia dari Medical Emergency Rescue Committee (MERC) saat ini di Gaza untuk menambahkan sentuhan akhir pembangunan rumah sakit, yang masih menunggu untuk peralatan tertentu sebelum dapat mulai melayani pasien, demikian laporan worldbulletin.net, Jumat 10 Januari.

Satu relawan, Fikri, 24 tahun, yang belajar di Universitas Islam Gaza, mengatakan kepada Quds.net, "Kami telah mengambil risiko untuk menyelesaikan rumah sakit. Saya bahagia untuk membantu korban luka di Gaza yang menderita karena agresi Israel. Kami datang ke sini dan kami tahu bahwa itu tidak mudah, tapi kami senang. "

Relawan lain dengan nama Abu Mohammed mengatakan, "Kami harus menyelesaikan pekerjaan kami dan memindahkan administrasi rumah sakit kepada Kementerian Kesehatan pada Mei 2014. Kami bekerja dekat perbatasan dan itu tidak aman. Saya tidak tahu bagaimana untuk menggambarkan perasaan saya ketika Saya mendengar ledakan dan serangan udara Israel, namun saya siap untuk mati bagi Palestina dan demi yang lemah dan keadilan".

Setelah selesai, rumah sakit akan dibiayai oleh Kementerian Kesehatan Gaza dan MERC Indonesia.

Rumah sakit ini akan memiliki sekitar 100 tempat tidur, 8 unit ruang perawatan intensif dan empat ruang operasi.


(ameera/arrahmah.com)